Kampus
FBM UTama: Pelatihan manajemen dan digital marketing bagi petani Kopi Cikandang, Garut
Super Admin, 10-01-2020 16:42:44 - News Today
Kegiatan yang dipimpin oleh Sri Astuti Phd tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan petani dalam hal manajemen pertanian kopi

Kopi merupakan salah satu komoditi yang sangat diminati oleh masyarakat seiring dengan peningkatan gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi kopi. Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya café yang menawarkan kopi.



Salah satu bagian dari ekosistem bisnis kopi ini adalah petani kopi dan Jawa Barat memiliki daerah yang menawarkan kopi. Kopi arabika menjadi kopi yang banyak ditanam oleh para petani. Termasuk petani kopi Cikandang, Kabupaten Garut.



“kami sudah menanam kopi Arabika di daerah Cikandang, Garut” kata Narma, ketua kelompok petani yang memang fokus dalam pertanian Kopi. Hal ini Narma sampaikan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diadakan oleh Dosen Fakulitas Bisnis dan manajemen Universitas Widyatama (FBM UTama) pada hari Rabu, 8 Januari 2020.



Kegiatan yang dipimpin oleh Sri Astuti Phd tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan petani dalam hal manajemen pertanian kopi. “Petani perlu meningkatkan kemampuan manajerial dalam pertanian kopi” kata Sri Astuti Phd. Memang diperlukan manajemen dalam penamaman kopi.



Manajemen ini diperlukan juga dalam proses pengolahan kopi sampai kepada roasting tambahnya. “Nah, satu lagi yang paling penting adalah manajemen pemasaran dengan memanfaatkan internet” tambahnya.



Untuk menjawab hal tersebut, dosen FBM UTama mengadakan kegiatan PKM bagi petani-petani kopi Cikandang kabupaten Garut. Kegiatan ini diberikan oleh beberapa dosen FBM UTama yang berada di cluster yang dipimpin oleh Sri Astuti Phd. Manajemen dalam proses pertanian menjadi bahasan yang diberikan oleh para dosen.



Tidak kalah penting, juga diberikan bagaimana memanfaatkan digital marketing dengan memanfaatkan social media. “Beberapa anak muda yang notabene juga anak para petani hadir dalam program ini dan didorong memanfaatkan smartphone mereka untuk membrandingkan Kopi CIkandang” kata Sri Astuti.



Untuk melakukannya dengan baik, langsung praktek foto produk, foto dan video testimony konsumen kopi yang memang dibuat dari kopi Cikandang. Para peserta yang sebagian petani kopi dan juga anak muda sangat antusias dalam menerima materi yang diberikan dalam PKM ini.



Kedepannya, Sri Astuti dan dosen lainnya yaitu Muhammad Bayu Aji, Muh. Nugi Nugraha, Ni Putu Nurwita dan Oktora Yogi berharap PKM ini dapat memberikan manfaat jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang bagi petani Kopi.



“Kedepannya, semoga petani kopi dapat meningkatkan pengetahuan bisnis kopi, membina kerjasama dengan berbagai pihak sehingga kinerja bisnisnya meningkat” kata Sri Astuti. Pada akhirnya, acara dilanjutkan dengan tanya jawab seputar petani kopi.



 

Penulis:Meriza Hendri
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*