Business Today
Perseteruan Indonesia – Tiongkok di Natuna
Super Admin, 07-01-2020 10:53:36 - News Today
Tentu ini akan juga dihadapi oleh entrepreneur, pensiunpreneur dan bahkan manajemen perusahaan dalam keseharian mereka(gAMBAR :iistimewa)

Bahasan yang sangat intens saat ini di tengah masyarakat saat ini adalah konflik antara Indonesia dengan Tiongkok menyangkut perairan Natuna dimana pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa wilayah tersebut termasuk wilayah mereka. oleh karena itu, mereka masuk ke wilayah Natuna dan mengambil kekayaaan ikan disana.



Dilain pihak, Indonesia berdasarkan keputusan Keputusan Mahkamah Internasional dinyatakan bahwa Natuna adalah bagian dari ZEE atau zona ekonomi ekslusif sehingga menjadi bagian dari NKRI dan wajib dijaga kedaulatannya.



Tentu ini akan juga dihadapi oleh entrepreneur, pensiunpreneur dan bahkan manajemen perusahaan dalam keseharian mereka menjalankan bisnis. ada pihak yang mengklaim bagian mereka dan juga sebaliknya. Hal ini mendorong untuk terjadi sebuah konflik.



Bagi seorang entrepreneur, pensiunpreneur ataupun manajemen perusahaan, hal ini sudah biasa karena pada hakekatnya persaingan itu juga terjadi dunia bisnis. tidak bisa dipungkiri oleh para entrepreneur. Hal ini harus menjadi mindset dasar setiap entrepreneur agar tidak kaget dengan persaingan tersebut.



Yang harus dipahami oleh setiap entrepreneur adalah konflik menjadi bagian dari proses mereka menjalani hubungan dengan sesame pebisnis. Ada empat tahapan yaitu honeymoon, storming, norming dan performing. Keempat tahapan ini sebaiknya dilewati dengan baik oleh entrepreneur yang menghadapi konflik.



Konflik yang digambarkan dalam konteks storming harus diselesaikan dengan baik sehingga menjadi norming dan pada akhirnya dapat berkinerja baik. Inilah yang harus dilakukan oleh entrepreneur sehingga konflik seperti yang terjadi antara Indonesia dengan Cina tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Bagaimana dengan anda?

Penulis:MH
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*