Rubrik Halal
Bergaya Hidup Halal, Kenapa?
Super Admin, 14-06-2019 08:53:51 - Rubrik
Selain tuntutan agama, gaya hidup halal memberikan dampak yang baik bagi kepribadian dan kesehatan, karena ketika kita berbicara halal selalu diikuti dengan kata toyyib.

“Kamu Sudah Halal? Sebuah pertanyaan yang hampir 96 %  orang menjawab dalam frame Aku dan Kamu adalah Kita. Tapi ada juga loh yang menjawab  mimin Aku sudah halal, Insyaalloh makanan yang aku makan adalah halal. Ternyata halal gak melulu bicara soal Aku dan Kamu yang lagi OTW. Tapi tentang apa yang kita lakukan, perkataan yang kita ucapakan, makanan yang kita makan, hingga uang yang kita dapatkan…”



Pernyataan diatas merupakan cuplikan film pendek tentang gaya hidup halal karya Komunitas Teman Halal (KTH) Pusat Halal Salman ITB yang ditampilkan pada acara sosialisasi halal untuk remaja komunitas gerakan sholat shubuh berjamaah nasional pada 2 & 3 Maret 2018 silam di Mesjid Salman ITB.



Halal Life Style adalah menerapakan halal sebagai bagian dalam kehidupan yang dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan. Dampak besar yang muncul dalam kehidupan seseorang adalah keberkahan.  Sehingga munculah bebererapa pertanyaan :



Sudahkan kita mendapatkan keberkahan dalam hidup?



Sudah sejauh mana hidup yang kita jalani bernilai berkah?



Sebenarnya banyak dari kita yang berkecukupan, tapi merasa serba kekurangan, uang yang kita belanjakan, makanan yang kita makan, selanjutnya  akan menjadi daging dalam tubuh kita. Makanan halal sekalipun, kalau cara memperolehnya tidak halal, maka Fix Haram. Terus kalau haram kenapa? 40 hari doa kita dicancel, ditolak sama Alloh. Pintu – pintu langit seketika tertutup untuk doa doa kita. So, jangan salahkan kalau hidup kita terasa sulit, ujian selalu menghampiri, masalah datang bertubi-tubi, cobaan silih berganti. Padahal sudah doa, sudah minta tolong sama Allah SWT. Let’s Check together. Jangan – jangan keberkahannya udah Allah SWT cabut, karena tidak halal.



Bergaya hidup Halal  di zaman now ini harus ada perpindahan pandangan dari yang negatif dan eksklusif untuk kalangan tertentu, sejatinya  halal dan syariah menjadi positif dan inklusif untuk semua kalangan. Selain tuntutan agama, gaya hidup halal memberikan dampak yang baik bagi kepribadian dan kesehatan, karena ketika kita berbicara halal selalu diikuti dengan kata toyyib, yakni konsep halalan Toyyiban. Jadi bukan hanya Halal tapi sehat dan aman kah bagi kita yang menggunakannya.



Dalam gaya hidup halal, ada beberapa sektor besar yang bisa disasar.  Sektor yang paling utama adalah makanan, kedua adalah Kesehatan seperti obat obatan (farmasi), ketiga adalah keuangan/ perbankan,  berikutnya adalah sektor kecantikan/kosmetik, destinasi wisata, pendidikan, fashion, gadget dan lainnya.



Namun dalam menjalankan program tersebut, masih banyak keraguan dan menganggap gaya hidup halal bukan merupakan peluang akan tetapi hambatan dalam menjalankan kehidupan. Saat ini mulai terang benderang dan memiliki harapan bagi kita, bahwa Indonensia telah melaksanakan Jaminan Produk Halal dengan dikeluarkannya Undang – Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sehingga menjadi payung hukum bagi konsumen dan memberikan ketentraman dan keamanan terhadap produk yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama umat islam.

Penulis:Saepul Adnan S.Si. M.Si
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*