Rubrik Kang Ahro
Inovasi Dan Kolaborasi Sesuatu Yang Mutlak Untuk Wirausahajuara Di Era Milenial
Super Admin, 28-01-2019 11:03:04 - Rubrik
Dengan kata lain bisnis di era milenial mutlak, melakukan kolaborasi dari berbagai dukungan unsur ekosistem bisnis maupun pihak-pihak yang berkontribusi.

Bisnis di era milenial, atau bisnis kekinian di era digital atau era milenial, dimana para pelaku dan perintis wirausaha sudah mulai berkiprah di rentang usia-usia belia yang memilih berbisnis dibanding bekerja di perusahaan/ instansi.  Saat ini komunitas di antara mereka yang mulai menjamur dan eksis menjadi pebisnis atau beralih orientasi merintis sebuah bisnis sesuai pashion dan pilihan alternatif yang akan mampu merubah mimpi dan kreativitas tinggi mereka menjadi sebuah wujud konsep usaha yang dibangun melalui perubahan ide kreatif, inovasi tinggi dan keunggulan kompetitif produk-produk / jasa yang memiliki keunikan tersendiri.  Semua tentunya tidak akan mampu dilakukan sendiri, dalam melakukan terobosan dengan dukungan teknologi informasi dan kekuatan pengembangan jaringan bisnis yang dibangun melalui kolaborasi bisnis.  Dengan kata lain bisnis di era milenial  mutlak, melakukan kolaborasi dari berbagai dukungan unsur ekosistem bisnis maupun pihak-pihak yang berkontribusi pada urusan bisnisnya sekaligus mengedepankan inovasi dan kemampuan berinteraksi dengan dunia luar yang saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung bisnis saat ini.



Inovasi merupakan sebuah upaya realistis yang mau tidak mau dilakukan oleh pebisnis saat ini, mengapa demikian?  Dengan inovasi kita akan berbeda dengan yang lain, dengan inovasi akan menjadi yang terdepan dan bahkan akan menjadi pemenang dalam sebuah persaingan.  Dengan  inovasi terlahir sesuatu yang menjadi model terdepan dan mampu menjadi row model pada pembentukan karakter bisnis seorang wirausaha.  Inovasi sebuah keharusan, tanpa inovasi akan ketinggalan, tanpa inovasi adalah mati, dan tergerus pada kondisi nyaman yang tidak ada perubahan sama sekali. Kunci perubahan sebuah bisnis terletak pada seberapa besar inovasi yang dikembangkan pada setiap unsur pendukung bisnisnya, bahkan menjadi penentu apakah bisnisnya dapat berdaya saing atau tidak.  Sebab daya saing (kompetitiveness) adalah sebuah proses yang menentukan pula pasar yang lebih jelas dimana dalam pemasaran bisnis kita sangan bergantung kepada daya saing yang tinggi dan lebih cenderung diminati dalam menentukan pilihan terbaik konsumen untuk menentukan minat pasar.



Berkolaborasi, tentu bukan hal yang sederhana dan hanya berinteraksi dengan pihak-pihak lain.  Disinilah perlu pengembangan pemikiran yang lebih luas dalam mengembangkan sebuah titik ungkit dari setiap hubungan interaksi yang lebih terkoneksi secara sinergis dan terintegrasi menjadi sebuah kerjasama bisnis yang saling menguntungkan, saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lain.  Bila dilihat dari siapa yang berinteraksi dan berkolaborasi bisnis dengan  kita para wirausaha, tentunya perlu mencari mitra-mitra bisnis yang sejajar dan mampu saling menguatkan dan membesarkan  satu sama lain, baik dari setiap unsur kekuatan yang kita miliki, atau melengkapi sesuatu yang masih lemah ada di mitra bisnis kita.  Berkoaborasi berarti membentuk kekuatan besar dari setiap unsur kecil yang dimiliki oleh masing-masing wirausaha dengan pendukung-pendukungnya untuk dapat saling memberikan motivasi untuk bersama-sama mengedepankan kerjasama bisnis dan saling menebarkan manfaat positif satu sama lainnya.



 



Apa yang menjadi Faktor Pendukung Inovasi dan Kolaborasi?



Yang menjadi  faktor pendukung untuk terciptanya sebuah Inovasi yang diselaraskan dengan kolaborasi, tentunya kita sebagai wirausaha harus menghimpun sinergi kerjasama yang saling mengaitkan satu sama lain dengan beberapa ekosistem  pendukung bisnis kita dari mulai perencanaan/persiapan, berproses, berelaborasi, beroperasi hingga mengevaluasi bisnis kita kedepan.  Banyak hal-hal yang dapat mendorong bisnis kita menuju ke arah perubahan dan memberikan berbagai stimulant kepada perjalanan bisnis kita, mulai dari mitra bisnisnya, pemasok bahan baku, sistem distribusi, sistem penjualan (sub marketing), termasuk reseller, kontribusi para pendukung usaha lainnya seperti karyawan, permodalan, akses pasar, pelanggan dan konsumen serta pesaing kita sekalipun.  Dalam berbagai hal pesaing menjadi penting harus kita ajak untuk berkolaborasi khususnya dalam memperoleh kualitas pembanding dan kontrol harga yang bersaing dalam menentukan penjualan kita dalam pemasaran.  Menjadikan pesaing sebagai mitra yang bias diajak sekaligus berkolaborasi dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi sebuah kritik membangun untuk bisnis kita jauh lebih baik.



Faktor-faktor internal yang perlu dibenahi dalam mempersiapkan sebuah kolaborasi dan menentukan inovasi apa yang akan diimplementasikan dalam bisnis kita, adalah motivasi diri (faktor pendorong) yang lahir dari kekuatan diri pebisnis itu sendiri.  Seberapa besar kemampuan skill satau kompetensi mereka dalam mengembangkan sebuah bisnis, dan sekaligus motivasi terbesar apa yang menjadi dorongan kuat para pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya, mulai dari komitmen dan niat besarnya untuk sebuah bisnis yang diusungnya, bahkan faktor dukungan keluarga sekalipun sangat membantu memberikan kekuatan terbesar pada sebuah awal mengembangkan bisnis, baik material maupun spiritual.  Terlebih ada faktor spiritual motivasi yang akan mendorong lahirnya sebuah keberanian memulai sebuah bisnis, yang dibarengi oleh kekuatan doa dan harapan yang mendalam untuk sebuah kesuksesan besar yang dicita-citakan.  Tentunya dengan melibatkan Tuhan di dalamnya sebagai sumber kekuatan pada perjalanan proses bisnis kedepan.  Selalu mengembalikan segala urusan dan permasalahan kepada Sang Pemilik Alam yang akan memberikan perlindungan dan memberikan hasil terbaik daris etiap proses yang akan kita jalankan, baik dalam bisnis maupun kehidupan.  Menyerahkan segala urusan bisnis pada Sang Pengatur  takdir dan nasib manusia, seiring berbagai upaya dan ikhtiar terus dilakukan sebagai bagian dari proses menjalankan bisnis dalam berbagai unsur kehidupan.



 



Strategi Memadukan Inovasi dan Kolaborasi untuk Menjadi yang Terbaik



Sebelum mengkolaborasikan karya inovasi dan visi misi bisnis kita jauh kedepan, sebaiknya kita dapat memulai dari inovasi-inovasi kecil dan memadukannya dalam konsep bisnis yang tertrukstur dalam sebuah business planning yang jelas dan terarah, mengacu pada kemampuan dan kapasitas diri yang disukung oleh berbagai faktor yang ada dilingkungan bisnis kita.  Salah satu syarat untuk menjadi yang terbaik dan mampu menjadi pemenang di dunia bisnis yang penuh persaingan, kita perlu membangun  sebuah strategi untuk mencapai target juara (pemenang) dalam kompetisi kehidupan dan dunia bisnis.  Pasti  segalanya akan dikembalikan kepada upaya-upaya kita sebagai wirausaha dalam membuat sebuah perencanaan bisnis yang benar-benar relevan dengan tuntutan zaman saat ini, mengikuti arus perubahan dan menjalani nya dengan meng apdet kan diri kita pada perkembangan teknologi informasi dan trend sistem pemasaran saat ini .  Tentu hal tersebut menjadi pembuka jalan untuk mengembangkan diri lebih baik dan usaha yag telah ada menjadi lebih adaptatif  kepada perubahan.



Strategi dalam memadukan inovasi dan kolaborasi untuk menjadi pebisnis yang memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi pada perubahan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yang efektif dalam melakukan terobosan-terobosan teknologi sejak dini dengan melibatkan berbagai pihak yang akan mendukung terciptanya iklim bisnis yang mampu menyatukan berbagai kekuatan dan keunggulan kompetitif dalam mengkolaborasikan kepentingan positif untuk membesarakan usaha dan mensinergikan akses-akses positif yang akan menjadi kekuatan besar dalam membangun bisnis kolaboratif dan berdaya saing tinggi.  Strategi mensinergikan berbagai kekuatan  dalam mendukung bisnis kita diawali dengan melakukan kolaborasi lima pilar  (pentahelic) yang harus dipetakan menjadi akses yang saling mendukung satu sama lain untuk kolaborasi dan inovasi sebuah bisnis, dengan mendapatkan penguatan dari berbagai pihak  sepertiAkademisi, Bisnis, Comunitas, Govetment dan Media sebagai pendukung promosi dan branding sebuah usaha atau yang lebih akrab disebutsinergitas ABCGM yang saat ini sedang dikembangkan melalui program-progran kolaborasi di setiap bidang bisnis di Provinsi Jawa Barat. 



Dengan kolaborasi ABCGM diharapkan mampu menjadi titik ungkit untuk kebangkitan sebuah usaha dan berkembangnya sebuah sistem pendukungan usaha, aksesibiltas pembiayaan usaha, akses legal aspek, system pemasaran dan akses pasar yang berkelanjutan serta meningkatkan branding usaha dan peningkatan kualitas produk dari wirausaha yang menjadi pelaku bisnis sekaligus menjadi pioneer dalam bisnis berdaya saing tinggi sekaligus menjadi wirausaha juara.



Mulai saat ini, mari kita tingkatkan peran dan kompetensi bisnis yang realistis untuk mendukung kolaborasi bersama dalam menyikapi era digital dan mencerminkan perubahan  dan menggunakan pola fikir strategis dalam memberikan value untuk bisnis kita lebih baik, bermartabat dan memiliki keunggulan kompetitif sehingga tidak akan pernah lagi stagnan dan ketinggalan dalam persaingan global, dan selalu menjadi yang terdepan. Semoga bermanfaat untuk memacu bisnis kita lebih melesat melalui kolaborasi dan inovasi menuju wirausaha juara di Jawa Barat yang lebih professional dan berkarakter.



 

Penulis:Achmad Rosyad, SP, MM
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*