Pensiunpreneur Siapa Takut?
Pensiunpreneur - 48: Sabar Memasarkan Produk Kita Sendiri
Super Admin, 09-08-2018 08:25:12 - Rubrik
Karena tidak semua calon pensiunpreneur itu berasal dari bidang marketing atau departemen pemasaran sehingga mereka tidak terbiasa memasarkan produk kepada orang lain.

Ada satu tantangan para calon pensiupreneur dalam memasarkan produk yang mereka hasilkan yaitu memasarkan produk kepada konsumen. Kenapa ini bisa terjadi? Karena tidak semua calon pensiunpreneur itu berasal dari bidang marketing atau departemen pemasaran sehingga mereka tidak terbiasa memasarkan produk kepada orang lain. Adapun tim marketing di perusahaan, sudah biasa dan tinggal mengembangkan saja. 



Oleh karena itu, calon pensiunpreneur harus SABAR dalam memasarkan produk. Ingatkan diri kembali ketika calon pensiunpreneru melamar pekerjaan di perusahaan dan sabar membuat curriculum vitae, sabar menunggu panggilan untuk test, sabar mengikuti tahapan test dan sabar juga ketika ditolak untuk bergabung di perusahaan. Sabar mengunggu kenaikan gaji, sabar menuggu kenaikan jabatan dan lain-lain. 



Hakekatnya calon pensiupreneur itu juga sudah berbisnis memasarkan diri sendiri di perusahaan. Kenapa ini dilupakan? Kenapa ini tidak berbekas dalam memori para calon pensiunpreneur? Sejatinya ini mejadi modal untuk memasarkan prouk yang dihasilkan ketika menjadi pebisnis dimasa pensiun tersebut. 



Oleh karena itu, sabar menjadi salah satu kunci memasarksn produk tersebut karena ada tahapan yang harus dilakui oleh para konsumen untuk membeli produk kita yaitu ATTENTION, INTEREST, DESIRE sampai ACTION. Setelah itu masuk ke PUAS dan LOYAL. Inilah tahapan yang harus dilewati oleh setiap konsumen sebelum membeli produk. 



Bagaimana dengan anda? Masih takut jadi Pensiunpreneur? Sabar memasarkan produk kepada kosumen. Materi lainnya? Tulisan dan versi video ada di www.merizahendri.com, www.strategidanbisnis.com, www.strabiztv.com,



Tulisan besok akan membahas MANAJEMEN OPERASI bagi Calon Pensiunpreneur dan/atau Pensiunpreneur

Penulis:Meriza Hendri
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*