Pensiupreneur Siapa Takut?
Pensiunpreneur Ke - 16: Jangan Mengandalkan Karyawan
Super Admin, 08-07-2018 09:49:31 - Rubrik
MINDSET seperti ini harus DIRUBAH. Kenapa demikian?

Satu hal yang menarik ketika memberikan sharing kepada calon pensiunpreneur yang notabene adalah karyawan salah satu perusahaan minyak Multi National Company, menanyakan tentang bagaimana sebuah bisnis yang dijalankan oleh para calon pensiunpreneur. Bisnisnya akan dijalankan dan bagaimana dengan calon karyawan? Pekerjaan harus diberikankepada karyawan?



Inilah yang seringkali terbayang oleh para calon pensiunpreneur yaitu ingin menjalankan bisnis dengan melibatkan karyawan dalam bisnis. Semuanya dijalankan oleh karyawan karena inilah yang dilakukan selama ini dengan status sebagai karyawan di perusahaan saat ini ataupun di dinas tempat bekerja. Tinggal memberikan arahan kepada karyawan dan itu selesai semua.



MINDSET seperti ini harus DIRUBAH. Kenapa demikian? Untuk menjalankan bisnis bagi para calon pensiunpreneur harus benar-benar dimulai dari diri sendiri dan JANGAN MENGANDALKAN karyawan. Konsep dasarnya adalah KNOWING YOUR BUSINESS dan inilah yang menjadi dasarnya karena yang paling mengetahui bisnis ini adalah kita sendiri.



Seringkali pensiunpreneur terjebak dengan mendelegasikan kepada karyawa, sementara yang DIBELI oleh konsumen adalah TRUST dari konsumen kepada pensiunpreneur.



Oleh karena itu, jangan mengandalkan karyawan dalam bisnis, tetapi TURUN LANGSUNG agar trust dari konsumenn tetap ada dengan kualitas, layanan dll. Setelah ada standard dan waktu berjalan serta memberikan pelatihan kepada karyawan, baru delegasikan kepada mereka.



Inilah yang harus bapak dan ibu lakukan untuk mengembangkan bisnis yaitu tidak mengandalkan karyawan. So, masih takut jadi pensiunpreneur? Masih punya alasan untuk belum berbisnis? Sekaranglah waktunya calon pensiunpreneur memulai bisnis atau TIDAK SAMA SEKALI.  



Mau Materi lainnya? Tulisan dan versi video ada di www.merizahendri.com, www.strategidanbisnis.com, www.strabiztv.com



 

Penulis:Meriza Hendri
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*