Rubrik Sales
Jujur
Super Admin, 15-03-2018 10:14:51 - Rubrik
"Sing ora jujur kojur" Artinya, yang tidak jujur akan hancur.

"Sing ora jujur kojur"



Artinya, yang tidak jujur akan hancur.



Saya ingat sekali dengan petuah satu ini dari almarhum Bapak saya dulu.



Bahwa kejujuran memang menjadi kunci sukses dalam kehidupan, tentunya tidak bisa kita pungkiri.  Betul?



Terlebih lagi bagi yang berkecimpung di dunia penjualan. Rasulullah Saw sudah memberikan contoh nyata, bahwa sukses bisnis beliau di awali dengan modal jujur. Hingga akhirnya beliau mendapatkan gelar "al amiin" atau yang "terpercaya".



Dulu, hal ini tidak mudah saya pahami. Kenapa sampai Rasulullah mendapatkan gelar tersebut. Dan kenapa ini menjadi nilai kunci sukses dalam bisnis.



Ternyata, memang fakta dilapangan banyak sekali ditemui, penjual yang kurang atau tidak jujur. Misal kurang jujur dalam hal kualitas barang, atau banyak juga yang  kurang jujur dalam hal timbangan.



Bahkan, tentang timbangan ini jelas-jelas Allah mengingatkan dalam Alquran, bagi siapa saja yang jualan dan mengakali timbangannya, maka ada resiko baginya di akhirat nanti.



Memang bukan hanya di dunia atau profesi penjualan saja syetan menggoda. Namun tidak bisa juga dipungkiri,   banyak para penjual yang akhirnya tergelincir melakukan kecurangan atau tidak jujur, hanya untuk mendapatkan sebuah penjualan.



Mungkin saja karena kerasnya persaingan,  mungkin juga karena tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi atau mungkin bisa jadi karena kurangnya pemahaman dan keimanan.



Di sinilah seorang penjual di uji. Karena jualan itu memang terasa sekali melatih kita untuk semata-mata "bergantung" hanya pada Allah semata. Benar-benar harus punya keyakinan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki dan Allah Maha Mengatur atas segalanya.



Kemungkinan ketika jualan hanya ada dua. Yaitu laku atau tidak laku.  Kemudian untung atau rugi.



Bisa jadi hari ini laris manis jualannya,  tapi bisa jadi besok menangis karena belum ada pembeli.



Kondisi ini sangat berbeda sekali dengan para karyawan. Yang bisa berharap ada gaji atau penghasilan di awal bulan. Bukan berarti saya menganggap karyawan lebih enak atau tidak enak, namun sebagai seorang penjual, bisa sangat merasakan bahwa peluang dan keberuntungan ada di setiap detik dan setiap waktu.



Maka memiliki sikap dan sifat jujur,  memperbanyak silaturahmi dan meniatkan untuk mencari rezeki yang halal dan baik, InsyaAllah lebih menentramkan seorang penjual walaupun seandainya hasilnya belum banyak yang ia dapat.



Ditambah lagi, miliki pemahaman bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini,  tidak terlepas dari tugas kita sebagai hamba Allah, yaitu untuk beribadah kepada Nya.



Untuk itu, jualan kitapun, harus diniatkan dalam rangka ibadah kita terhadap Allah SWT.



Wallahua'lam bi shawab



 



Oleh : Kartikawati



Ketua DPD Komisi Jawa Barat



0878 2466 5032

Penulis:Kartikowati Djoharidjah
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*