Rubrik Financial Literacy
Menggaji Diri Sendiri
Super Admin, 12-03-2018 10:34:53 - Rubrik
Gaji adalah bagian dari beban usaha yang menjadi pengurang laba. Sementara dividen baru dapat dibagikan setelah semua kewajiban dibayarkan.

Sahabat yang bijak, mungkin banyak pengusaha mengalami kesulitan untuk memahami analogi “orang tua” dan “anak” yang saya sampaikan pada tulisan yang lalu. Hal tersebut dapat dimaklumi karena kebanyakan pengusaha, terutama yang baru merintis, berperan ganda yaitu sebagai pemilik usaha sekaligus sebagai pengelola usaha tersebut. Dengan kata lain mereka berperan sebagai “orang tua” dan “anak” sekaligus. Untuk pengelolaan keuangan usaha yang lebih profesional, kita harus dapat memposisikan hak dan kewajibannya sesuai dengan peran yang kita mampu. Sebagai pemilik usaha, tentu kita berhak untuk mendapatkan bagi hasil – atau biasa disebut sebagai dividen – apabila perusahaan yang kita miliki mengalami keuntungan. Namun sebagai pengelola usaha, kita berhak mendapatkan upah atau gaji atas apa yang kita kerjakan. Bedanya di mana? Bedanya ada didalam sistem akuntansi pencatatannya. Gaji adalah bagian dari beban usaha yang menjadi pengurang laba. Sementara dividen baru dapat dibagikan setelah semua kewajiban dibayarkan.



Terdapat beberapa keuntungan dengan mengalihkan sebagian penghasilan kita sebagai beban gaji. Keuntungan yang pertama, dengan karena beban gaji meningkat, maka laba akan berkurang. Akibatnya pajak yang harus dibayarkan juga berkurang karena perhitungan pajak didasarkan pada nilai persentase terhadap laba. Hal ini akan membuat penghasilan kita secara total – yaitu penghasilan dari gaji dan dividen – meningkat.






























































 



Tidak Menggaji Diri Sendiri



Menggaji Diri Sendiri



Penjualan



        10.000



        10.000



(-) Biaya Produksi



          5.000



          5.000



Laba Kotor



          5.000



          5.000



(-) Beban Gaji



                 -



          1.000



(-) Beban Operasional selain gaji



          2.000



          2.000



Laba Sebelum Pajak



          3.000



          2.000



(-) Pajak (25%)



              750



              500



Laba Bersih



          2.250



          1.500



(-) Laba ditahan (50%)



          1.125



              750



Dividen



          1.125



              750




Untuk memahami permasalahan ini, mari kita lihat contoh pada tabel di atas. Pada kolom di sebelah kiri adalah perhitungan laba rugi apabila kita tidak menggaji diri sendiri, sedangkan pada kolom sebelah kanan adalah perhitungan laba rugi apabila kita menggaji diri sendiri. Penjualan dan biaya produksi pada kedua kasus sama besar, masing-masing sebesar Rp 10.000 dan Rp 5.000. Begitupun beban operasional selain gaji pada kedua kasus sama besarnya, yaitu sebesar Rp 2.000. Yang berbeda adalah pada akun beban gaji, dimana kasus pertama usahawan tersebut tidak menggaji dirinya sendiri, sedangkan pada kasus ke dua, usahawan tersebut menggaji dirinya sebesar Rp 1.000. Dengan demikian Total Beban operasional Gaji + Non gaji pada kasus ke dua adalah sebesar Rp 3.000. Karena beban usaha pada kasus ke dua lebih besar, maka laba usaha yang menjadi dasar pembayaran pajak juga berkurang . Sehingga nilai pajak yang harus dibayarkan pada kasus ke dua pun lebih kecil dari pada kasus pertama.



Namun, dapat dilihat pada simulasi di atas, pada kasus pertama sang usahawan hanya mendapatkan pemasukan untuk pribadinya sebesar Rp 1.125 yang berasal dari dividen. Sementara pada kasus ke dua, sang usahawan akan mendapatkan pemasukan pribadi sebesar Rp. 1.750, yang berasal dari gaji ditambah dividen yang dia terima.



Keuntungan kedua adalah dari sisi pengelolaan keuangan pribadi. Pendapatan yang didapat dari dividen bisa sangat berfluktuasi mengikuti naik turunnya laba perusahaan, sementara banyak item pengeluaran rumah tangga yang bersifat tetap. Karena itu, sering terdapat gap antara pendapatan dan pengeluaran yang menyebabkan pengusaha sulit untuk melakukan perencanaan keuangan secara baik. Dengan menggaji diri sendiri, usahawan dapat menstabilkan pemasukan pribadinya sehingga dapat melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik lagi.



 



Ditulis oleh : Ahmad Danu Prasetyo, PhD, CFP ®, QWP ®



Financial Wisdom Indonesia



Contact. 0882-1012-7832



Website. www.financialwisdom.id



Email. support@financialwisdom.id

Penulis:Ahmad Danu Prasetyo
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*