Rubrik Financial Literacy
Pentingnya Memisahkan Keuangan Usaha dan Keuangan Pribadi
Super Admin, 05-03-2018 11:52:06 - Rubrik
Mereka beranggapan bahwa pada awalnya modal usaha berasal dari uang pribadi. Lagipula, ujung-ujungnya keuntungan usaha akan masuk juga ke dalam kantong pribadi karena memang usaha tersebut didirikan u

Sahabat yang bijak, banyak pengusaha yang beranggapan bahwa memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi bukanlah hal yang penting dan mendesak untuk dilakukan. Mereka beranggapan bahwa pada awalnya modal usaha berasal dari uang pribadi. Lagipula, ujung-ujungnya keuntungan usaha akan masuk juga ke dalam kantong pribadi karena memang usaha tersebut didirikan untuk menghidupi diri dan keluarganya.



Namun pemikiran tersebut tidaklah benar. Saya menganalogikan begini: ketika kita mendirikan sebuah usaha, maka seolah-olah kita melahirkan seorang anak. Pada awal mula pendirian usaha, tentu “anak” tersebut membutuhkan perhatian dan asupan “gizi” dari kita untuk dapat melakukan aktivitasnya. Seiring berjalannya waktu, “anak” tersebut akan dapat beraktivitas dan mencari asupan “gizi” sendiri. Agar dapat terus bertumbuh dan berkembang, asupan “gizi” tersebut harus diubah menjadi “otot” yang memungkinkan “anak” tersebut menjadi lebih kuat serta jangkauan aktivitasnya menjadi lebih jauh. “Gizi” yang saya maksudkan disini adalah aliran kas masuk, sementara “otot” merupakan analogi dari aset produktif yang dipergunakan untuk memperluas usaha.



Inti dari analogi di atas adalah jika kita menginginkan usaha kita untuk tumbuh dan membesar, maka kita tidak boleh mengambil semua keuntungan yang dihasilkan oleh usaha. Sebagian keuntungan harus kita sisihkan dan investasikan untuk menambah modal dan membeli aset produktif sehingga kapasitas produksi dan variasi usaha kita juga bertambah. Untuk lebih detilnya dapat dilihat dalam siklus arus kas di bawah. Jika kita mencampurkan rekening pribadi dan rekening usaha, maka kemungkinan kita untuk menggunakan uang perusahaan – yang seharusnya menjadi porsi investasi – untuk konsumsi pribadi sangatlah besar, sehingga usaha kita kemudian akan sulit untuk bertumbuh.

Penulis:Ahmad Danu Prasetyo
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*