Rubrik Kang Ahro
Memetakan Calon-Calon Instruktur Inspiratif Untuk Keberhasilan Pelatihan Wirausaha Baru 2018
Super Admin, 11-01-2018 08:31:02 - Rubrik
Untuk itulah perlu kiranya diadakan seleksi dan pemetaan (mapping) terhadap kompetensi calon instruktur/fasilitator dari semua aspek ABCGM untuk dapat berkobtribusi secara aktif dan lebih intens menj

Tidak terasa Program Pencetakan Wirausaha Baru Jawa Barat sekarang telah mencapai periode terakhir di tahun kelima untuk mencetak para usahawan baru yang produktif, kreatif,  inovatif dan berdaya saing melalui pelatihan di setiap sektor ekonomi melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  se Jawa Barat yang dilkasanakan oleh 13 Dinas Teknis.  



Dalam melaksanakan pelatihan dan proses pencetakan wirausaha baru ini pun sangat tergantung kepada proses belajar mengajar yang dilakukan dalam peyampaian materi pembelajaran yang berkualitas dan dapat memberikan perubahan nyata pada mindset wirausaha baru yang dilatih.  Disinilah diperlukan peran pengajar/instruktur/fasilitator yang mumpuni yang duharapkan dapat memberikan perubahan signifikan pada motivasi serta perkembangan pengetahuan, keterampilan dan atitude peserta Wirausaha Baru (WUB)  untuk nantinya benar-benar menerapkan hasil pelatihan ini dapat terus merintis bisnisnya lebih nyata dan berkelanjutan. 



Disitu pula diperlukan peranan ABCGM (Akademisi, Bisnis,  Comunity,  Governance dan Media)  untuk bersinergi, berkolaborasi dan saling berkontribusi untuk turut menyumbangkan ilmu dan keterampilan serta pengalaman bisnisnya dalam mengarahkan,  megajarkan juga menginspirasi banyak hal kepada para WUB dalam pelatihan.  



Untuk itulah perlu kiranya diadakan seleksi dan pemetaan (mapping)  terhadap kompetensi calon instruktur/fasilitator dari semua aspek ABCGM untuk dapat berkobtribusi secara aktif dan lebih intens menjadi pembelajar inspiratif yang lebih pas sesuai pasion dan pengalaman bisnisnya yang dapat dishare bersama kepada peserta pelatihan.



Pemetaan calon intruktur/fasilitator pelatihan WUB saat ini benar-benar diterapkan untuk melihat sejauh mana penerapan ilmu-ilmu bisnis dan manajemen usaha yang berbasis pengalaman dan teknis untuk lebih diimplementasikan kepada calon wirausaha sehingga akan lebih aplikatif,  inspiratif,  komunikatif dan dapat dilakukan dengan metode pembelajaran sederhana yang lebih mengena serta memiliki dampak meluas pada kebiasaan wirausaha baru  yang lebih berkelanjutan memelihara bisnisnya jauh kedepan. 



Pemetaan instruktur untuk WUB ini pula yang akan dilihat lebih detail. Siapa yang akan memberikan materi apa yang lebih kompeten dan profesional serta dapat mengarahkan wirausaha baru sesuai dengan tujuan dan harapan masyarakat menghasilkan wirausaha yang handal dan berkelanjutan dalam bisnisnya di Jawa Barat. 



Adanya upaya integrasi dari berbagai pembelajar ABCGM diharapkan melahirkan kolaborasi dan perpaduan yang sinergis dari berbagai stakeholder sesuai peranannya.  Seperi dari Akademisi tentu dengan berbagai teori dan hasil risetnya untuk membentuk mindset wirausaha yang berbasis teknologi dan informasi kekiniannya. Dari sisi Bisnis diharapkan memberikan model bisnis yang sesuai di era saat ini menyesuaikannya dengan minat/pasion calon wirausaha baru yang berafiliasi pengalaman dan pakem manajemen produksi sekaligus orientasi pasarnya. 



Begitupun dengan Komunitas yang memiliki berbagai pengalaman mewadahi aneka ragam kepentingan dan perilaku pelaku bisnis yang melahirkan kekuatan diharapkan memberikan banyak inspirasi dan sharing yang lebih membumi dan mudah diterapkan dalam memetakan jaringan bisnis dan menghubungkannya dengan pelaku usaha sejenis  yang lebih berkembang. Sekaligus menghubungkan simpul-simpul jaringan usaha melalui ekosistem bisnis yang ada di sekitar lingkungan bisnis yang saling menunjang. 



Bagaimana pula dengan peranan Media yang tentunya tidak bisa diabaikan begitu saja. Media diharapkan memberikan pembelajaran penting dalam membantu promosi dan pemasaran hingga membantu memperbaiki tampilan dan kemasan produk unggulan wirasaha baru sehingga memiliki add Value yang bekembang,  memiliki branding image yang dapat menjadi master daya tarik produk dan menunjang minat konsumen untuk memilih produk-produk yang berdaya saing. 



Dari sisi Pemerintah (Governance)  tentunya tidak diragukan lagi untuk menciptakan desain pembelajaran yang sesuai kebutuhan di tempat pelatihan,  menindaklanjuti pelatihan dengan praktek magang dan program pendampingan (coaching)  secara berkesinambungan sekaligus mewadahinya melalui komunitas usaha berbadan hukum koperasi.  



Diharapkan pula dapat mewadahinya dalam sebuah lembaga ekonomi yang produktif serta memfasilitasi lebih lanjut dengan legalitas usaha,  pengembangan pasar,  promosi online dan penguatan lembaga usaha mikro menuju usaha kecil yang berjenjang melalui Program UKM naik kelas yang sedang dikembangkan saat ini. 



Itulah mengapa kolaborasi dan sinergi postif ABCGM ini harus dilakukan dengan mengundang berbagai kontribusi dari semua pihak untuk turut beribadah infak ilmunya dengan mencurahkan segenap kemampuan dan motiv positifnya untuk lebih baik wirausaha baru ini menjadi cikal bakal pelaku usaha (pebisnis)  sebenarnya yang berbasis pengetahuan sehingga akan lebih mudah masyarakat menemukan pejuang-pejuang ekonomi yang tangguh dan produktif kedepan. 



Semoga.. dapat dirasakan dan ada kontribusi nyata yang akan bersinergi menjadi kekuatan Rahmat dan Berkah tersendiri  yang kita citakan selama ini. Amin... 



 



Penulis :



@kangahro.com



#ibkaStrabizTV. com



Widyaiswara Muda DinasKUK Jabar



#ABCGMjabar.id



 

Penulis:Achmad Rosyad
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*