BELBIZ
Peran Akademisi Dalam Membangun Entrepreneur
Super Admin, 07-01-2018 06:01:59 - Rubrik
tentunya seorang entrepreneur kana mengalami percepatan pada bisnisnya jika ia jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaedah yang ada untuk menadi seorang entrepreneur.

Belbiz Jumat 5 Januari 2018, merupakan Belbiz yang pertama di tahun 2018 ini. Dalam Belbiz kali ini, hadir empat orang narasumber yang sangat inspiratif. Hadir Ibu Ade Irma dari Telkom University dan dua orang mahasiwa binaanya yaitu Maya dan Shintia. Taklupa hadir pula Bapak Kunto Aji yang merupakan seorang praktisi perbankan untuk menambah wawsan para sahabat Belbiz.



Acara dibuka seerti biasa oleh kang Kujang dan Kang Adam sebagai Host. Dalam acara kali ini Belbiz mengambil tema ‘Peran Akademisi Dalam Membangun Entrepreneur’. Tentunya ini sangat menarik untuk di ulas mengingat pentingnya peran akademisi dalam meningkatkan keilmuan seorang entrepreneur.



Hal itu diungkapkan oleh Maya dan Shintia selaku mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Telkom University, mereka sepakat jika kampus memberkan ilmu lebih yang tidak bisa ditemuai diluaran sana. “Saya bersyukur sekali bisa kuliah di Telkom University, karena disana saya bisa mengembangkan usaha saya di bantu oleh para dosen yang memberikan banyak masukan untuk usaha saya, hingga usaha saya bisa berkembang pesat,” kata Maya



Shintia yang sepakat dengan Maya mengungkapkan bahwa bisnisnya tidak bisa terbentuk jika bukan karena peran kampus. “Dari dulu akutuh ingin banget usaha, tapi bingun dari mana mulainya, setelah banyak belajar dari kampus, akhirnya aku mengerti harus memulai dari mana, selain itu aku tahu cara untuk mengembangkanya,” papar Shintia.



Ade Irma dari Telkom University menjelaskan bahwa peran kampus dalam membangun mahasiwa untuk menjadi seorang entrepreneur merukan kewajiban yang ada di Telkom University. Hal itu dikarenakan program entrepreneur merupakan salah satu dari 32 Prodi yang ada di Telkom University dan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh jurusan. “Jadi mau jurusanya tekhin, mau jurusanya apapun itu, tetap harus mendapatkan mata kuliah entrepreneurship, itu diwajibkan di Telkom university,” jelasnya.



Kunto Aji menambahkan bahwa selain kampus, tentunya peran dari mahasiswa ini sangat penting, jagan sampai mereka tidak memiliki minat berwirausaha. “Sekeras apapun kita mendidik mahasiswa jika dia tidak memiliki mindset kewirausahaan maka dia akan gagal menjadi entrepreneur, kita harus tingkatkan dulu mindset kewirausahaanya bau kita latih bagaimana cara menjadi wirausaha yang handal,” kata Kunto



Inti utama dari perbincangan kali ini adalah, setiap orang bisa menjadio seorang entrepreneur, baik tidak kuliah maupun dia kuliah. Hak itu tergantung mindset yag ia miiki, namun tentunya seorang entrepreneur kana mengalami percepatan pada bisnisnya jika ia jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaedah yang ada untuk menadi seorang entrepreneur.



Belbiz Jumat 5 Januari 2018, merupakan Belbiz yang pertama di tahun 2018 ini. Dalam Belbiz kali ini, hadir empat orang narasumber yang sangat inspiratif. Hadir Ibu Ade Irma dari Telkom University dan dua orang mahasiwa binaanya yaitu Maya dan Shintia. Taklupa hadir pula Bapak Kunto Aji yang merupakan seorang praktisi perbankan untuk menambah wawsan para sahabat Belbiz.



Acara dibuka seerti biasa oleh kang Kujang dan Kang Adam sebagai Host. Dalam acara kali ini Belbiz mengambil tema ‘Peran Akademisi Dalam Membangun Entrepreneur’. Tentunya ini sangat menarik untuk di ulas mengingat pentingnya peran akademisi dalam meningkatkan keilmuan seorang entrepreneur.



Hal itu diungkapkan oleh Maya dan Shintia selaku mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Telkom University, mereka sepakat jika kampus memberkan ilmu lebih yang tidak bisa ditemuai diluaran sana. “Saya bersyukur sekali bisa kuliah di Telkom University, karena disana saya bisa mengembangkan usaha saya di bantu oleh para dosen yang memberikan banyak masukan untuk usaha saya, hingga usaha saya bisa berkembang pesat,” kata Maya



Shintia yang sepakat dengan Maya mengungkapkan bahwa bisnisnya tidak bisa terbentuk jika bukan karena peran kampus. “Dari dulu akutuh ingin banget usaha, tapi bingun dari mana mulainya, setelah banyak belajar dari kampus, akhirnya aku mengerti harus memulai dari mana, selain itu aku tahu cara untuk mengembangkanya,” papar Shintia.



Ade Irma dari Telkom University menjelaskan bahwa peran kampus dalam membangun mahasiwa untuk menjadi seorang entrepreneur merukan kewajiban yang ada di Telkom University. Hal itu dikarenakan program entrepreneur merupakan salah satu dari 32 Prodi yang ada di Telkom University dan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh jurusan. “Jadi mau jurusanya tekhin, mau jurusanya apapun itu, tetap harus mendapatkan mata kuliah entrepreneurship, itu diwajibkan di Telkom university,” jelasnya.



Kunto Aji menambahkan bahwa selain kampus, tentunya peran dari mahasiswa ini sangat penting, jagan sampai mereka tidak memiliki minat berwirausaha. “Sekeras apapun kita mendidik mahasiswa jika dia tidak memiliki mindset kewirausahaan maka dia akan gagal menjadi entrepreneur, kita harus tingkatkan dulu mindset kewirausahaanya bau kita latih bagaimana cara menjadi wirausaha yang handal,” kata Kunto



Inti utama dari perbincangan kali ini adalah, setiap orang bisa menjadio seorang entrepreneur, baik tidak kuliah maupun dia kuliah. Hak itu tergantung mindset yag ia miiki, namun tentunya seorang entrepreneur kana mengalami percepatan pada bisnisnya jika ia jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaedah yang ada untuk menadi seorang entrepreneur.



Belbiz Jumat 5 Januari 2018, merupakan Belbiz yang pertama di tahun 2018 ini. Dalam Belbiz kali ini, hadir empat orang narasumber yang sangat inspiratif. Hadir Ibu Ade Irma dari Telkom University dan dua orang mahasiwa binaanya yaitu Maya dan Shintia. Taklupa hadir pula Bapak Kunto Aji yang merupakan seorang praktisi perbankan untuk menambah wawsan para sahabat Belbiz.



Acara dibuka seerti biasa oleh kang Kujang dan Kang Adam sebagai Host. Dalam acara kali ini Belbiz mengambil tema ‘Peran Akademisi Dalam Membangun Entrepreneur’. Tentunya ini sangat menarik untuk di ulas mengingat pentingnya peran akademisi dalam meningkatkan keilmuan seorang entrepreneur.



Hal itu diungkapkan oleh Maya dan Shintia selaku mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Telkom University, mereka sepakat jika kampus memberkan ilmu lebih yang tidak bisa ditemuai diluaran sana. “Saya bersyukur sekali bisa kuliah di Telkom University, karena disana saya bisa mengembangkan usaha saya di bantu oleh para dosen yang memberikan banyak masukan untuk usaha saya, hingga usaha saya bisa berkembang pesat,” kata Maya



Shintia yang sepakat dengan Maya mengungkapkan bahwa bisnisnya tidak bisa terbentuk jika bukan karena peran kampus. “Dari dulu akutuh ingin banget usaha, tapi bingun dari mana mulainya, setelah banyak belajar dari kampus, akhirnya aku mengerti harus memulai dari mana, selain itu aku tahu cara untuk mengembangkanya,” papar Shintia.



Ade Irma dari Telkom University menjelaskan bahwa peran kampus dalam membangun mahasiwa untuk menjadi seorang entrepreneur merukan kewajiban yang ada di Telkom University. Hal itu dikarenakan program entrepreneur merupakan salah satu dari 32 Prodi yang ada di Telkom University dan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh jurusan. “Jadi mau jurusanya tekhin, mau jurusanya apapun itu, tetap harus mendapatkan mata kuliah entrepreneurship, itu diwajibkan di Telkom university,” jelasnya.



Kunto Aji menambahkan bahwa selain kampus, tentunya peran dari mahasiswa ini sangat penting, jagan sampai mereka tidak memiliki minat berwirausaha. “Sekeras apapun kita mendidik mahasiswa jika dia tidak memiliki mindset kewirausahaan maka dia akan gagal menjadi entrepreneur, kita harus tingkatkan dulu mindset kewirausahaanya bau kita latih bagaimana cara menjadi wirausaha yang handal,” kata Kunto



Inti utama dari perbincangan kali ini adalah, setiap orang bisa menjadio seorang entrepreneur, baik tidak kuliah maupun dia kuliah. Hak itu tergantung mindset yag ia miiki, namun tentunya seorang entrepreneur kana mengalami percepatan pada bisnisnya jika ia jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaedah yang ada untuk menadi seorang entrepreneur.



Belbiz Jumat 5 Januari 2018, merupakan Belbiz yang pertama di tahun 2018 ini. Dalam Belbiz kali ini, hadir empat orang narasumber yang sangat inspiratif. Hadir Ibu Ade Irma dari Telkom University dan dua orang mahasiwa binaanya yaitu Maya dan Shintia. Taklupa hadir pula Bapak Kunto Aji yang merupakan seorang praktisi perbankan untuk menambah wawsan para sahabat Belbiz.



Acara dibuka seerti biasa oleh kang Kujang dan Kang Adam sebagai Host. Dalam acara kali ini Belbiz mengambil tema ‘Peran Akademisi Dalam Membangun Entrepreneur’. Tentunya ini sangat menarik untuk di ulas mengingat pentingnya peran akademisi dalam meningkatkan keilmuan seorang entrepreneur.



Hal itu diungkapkan oleh Maya dan Shintia selaku mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Telkom University, mereka sepakat jika kampus memberkan ilmu lebih yang tidak bisa ditemuai diluaran sana. “Saya bersyukur sekali bisa kuliah di Telkom University, karena disana saya bisa mengembangkan usaha saya di bantu oleh para dosen yang memberikan banyak masukan untuk usaha saya, hingga usaha saya bisa berkembang pesat,” kata Maya



Shintia yang sepakat dengan Maya mengungkapkan bahwa bisnisnya tidak bisa terbentuk jika bukan karena peran kampus. “Dari dulu akutuh ingin banget usaha, tapi bingun dari mana mulainya, setelah banyak belajar dari kampus, akhirnya aku mengerti harus memulai dari mana, selain itu aku tahu cara untuk mengembangkanya,” papar Shintia.



Ade Irma dari Telkom University menjelaskan bahwa peran kampus dalam membangun mahasiwa untuk menjadi seorang entrepreneur merukan kewajiban yang ada di Telkom University. Hal itu dikarenakan program entrepreneur merupakan salah satu dari 32 Prodi yang ada di Telkom University dan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh jurusan. “Jadi mau jurusanya tekhin, mau jurusanya apapun itu, tetap harus mendapatkan mata kuliah entrepreneurship, itu diwajibkan di Telkom university,” jelasnya.



Kunto Aji menambahkan bahwa selain kampus, tentunya peran dari mahasiswa ini sangat penting, jagan sampai mereka tidak memiliki minat berwirausaha. “Sekeras apapun kita mendidik mahasiswa jika dia tidak memiliki mindset kewirausahaan maka dia akan gagal menjadi entrepreneur, kita harus tingkatkan dulu mindset kewirausahaanya bau kita latih bagaimana cara menjadi wirausaha yang handal,” kata Kunto



Inti utama dari perbincangan kali ini adalah, setiap orang bisa menjadi seorang entrepreneur, baik tidak kuliah maupun dia kuliah. Hal itu tergantung mindset yag ia miiki, namun tentunya seorang entrepreneur kana mengalami percepatan pada bisnisnya jika ia jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaedah yang ada untuk menadi seorang entrepreneur.

Reporter:ASN
Redaktur/Editor:Adam Setia Nugraha
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*