BPOM
Meningkatkan kompetensi Lab Melalui Pelatihan Interna
Super Admin, 11-09-2017 14:07:17 - News Today
dilakukan pelatihan Internal Pengujian untuk Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya dengan topik Penentuan Kadar Pewarna Simultan menggunakan instrument HPLC dan UPLC.

Pelaksanaan pelatihan internal merupakan salah satu upaya Lab Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya BBPOM Di Denpasar untuk memutakhirkan metode melalui verifikasi metode analisa sekaligus meningkatkan kompetensi penguji. Untuk itu, pada hari Selasa - Sabtu, tanggal 5-9 Desember 2017, telah dilakukan pelatihan Internal Pengujian untuk Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya dengan topik Penentuan Kadar Pewarna Simultan menggunakan instrument HPLC dan UPLC.



Pelatihan internal dibuka oleh Kepala Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya BBPOM Di Denpasar, Dra. Desak Ketut Andika Andayani, Apt. Pada kesempatan tersebut disampaikan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dengan banyak berdiskusi atau tanya jawab serta dapat melakukan prakteknya secara optimal agar ilmu yang didapat dapat diserap dengan baik dan hasilnya bisa diterapkan dalam pengujian rutin di laboratorium. Pre dan post test dilaksanakan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dari hasil penyelenggaraan pelatihan ini. Pelatihan internal kali ini mendatangkan expert Bp. Widi Tri Raharjo, yang sekaligus sebagai instruktur dari rekanan/vendor HPLC dan UPLC yang digunakan dalam pelatihan kali ini. Kegiatan pealtihan internal meliputi penyampaian materi teknik dasar Liquid Chromatography dan troubleshooting, praktikum mulai dari preparasi sampel sampai dengan pengukuran menggunakan instrument (HPLC dan UPLC), serta pengolahan data dan penyusunan laporan. Jenis parameter pewarna yang digunakan pada pelatihan ini yaitu pewarna sintetis kuning (Tartrazine dan Kuning FCF) dan merah (Carmoisin, Allura Red, Erytrosine, Ponceau 4R), serta biru (Biru Berlian)



Pelatihan internal ditutup dengan penyampaian data hasil dan verifikasi metode analisa. Melalui pelatihan ini, diharapkan peningkatan kompetensi staf penguji dalam melakukan Penetapan Kadar Pewarna secara simultan dalam sampel permen secara Liquid Chromatography dapat tercapai, sehingga dalam penerapannya, dapat meningkatkan kapasitas dan mutu pengujian Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya.

Sumber:www.pom.go.id
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*