Management
Komitmen Seorang Entrepreneur
Super Admin, 05-09-2017 10:04:15 - Rubrik
komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organis

Komitmen, apa sih itu? Sering didengar akan tetapi apakah sudah paham apa yang dimaksud dengan konsep ini? Menurut Meyer dan Allen (1991, dalam Soekidjan, 2009), komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut.



Bila dilihat dalam konteks bisnis, komitmen entrepreneur terhadap stakeholder merupakan intangible asset atau aset yang tidak tampak yang dimiliki oleh entrepreneur. Aset ini akan menentukan bagaimana tingkat trust stakeholder, baik pelanggan, supplier, distributor dan juga bahkan pesaing selain pemerintah, perbankan, dan lain-lain.



Bicara tentang aset, tentu harus ada retun on asset dari setiap komitmen yang kita miliki dan sangat tergantung pada bagaimana setiap entrepreneur memanfaatkan komitmen tersebut dalam bisnis dan membangun value dari bisnis mereka. Hal ini penting agar komitmen yang sudah dimiliki tidak sia-sia dan tidak memberikan dampak kepada bisnis.



Oleh karena itu, saatnya entrepreneur kembali ke konsep dasar komitmen ini dan terus meningkatkan komitmen pada bisnis yang sudah dimulai. Orang akan melihat bagaimana komitmen kita pada bisnis kita sendiri. Bagaimana cara meningkatkan komitmen tersebut?



Pertama, komitmen berasa dari dalam diri setiap entrepreneur. Hal ini harus disadari agar jelas bagaimana setiap entrepreneur menyadari apa yang ada dalam diri mereka dan apa yang bisa dicapai dari komitmen ini. Tidak bisa dipaksakan dari orang lain karena memang mulainya dari dalam diri setiap entrepreneur.



Kedua, menetapkan tujuan yang hendak dicapai dalam membuat dan menjalankan komitmen tersebut. Tujuan menjadi arahan dalam menjalankan setiap komitmen agar bisa berjalan. Tujuanlah yang harus dicapai. Jika gagal dalam membuat tujuan akan membuat tujuan tersebut tidak akan tercapai dan akan tidak jelas bagi entrepreneur. Jadi, apa yang dikerjakan menjadi sia-sia.



Ketiga, komitmen itu berasal dari bagaimana setiap entrepreneur bisa menyelaraskan kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan atau bisnis yang mereka bangun. Mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu karena ini akan menjadi kunci untuk membuat komitmen itu bisa terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan oleh para entrepreneur. keselarasan akan membuat entrepreneur bisa bekerja optimal dalam mempertahankan komitmen tersebut.



Keempat, teruslah belajar untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman serta sikap yang benar dalam menjalankan bisnis. Komitmen juga akan semakin meningkat dari proses belajar ini karena banyak hal yang bisa dijaidikan contoh oleh para entrepreneur dalam berbisnis. Apalagi bahan ajar tersebut berasal dari orang-orang yang sudah sukses dan pasti mempertahankan komitmen mereka dalam berbisnis.



Kelima, terus melakukan evaluasi atas komitmen yang sudah dijalankan oleh entrepreneur. Evaluasi ini penting agar bisa dilakukan perbaikan atas setiap rencana mereka. Jangan terjebak untuk tidak melakukan evaluasi karena akan berdampak kepada kualitas komitmen itu sendiri. Oleh karena itu, rasanya, sudah seharusnya entrepreneur fokus pada peningkatan komitmen mereka dalam berbisnis agar stakeholder semakin percaya dan terus meningkatkan kerjasama dengan entrepreneur.

Penulis:Tim STRABIZ MANAGEMENT CONSULTING
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*