Soft Skill
Nilai Perusahaan
Super Admin, 04-09-2017 10:09:03 - Rubrik
Keempat, bagaimana entrepreneur perlu memberikan pelatihan, coaching dan mentoring serta counseling terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan budaya perusahaan.

Dalam konteks bisnis, seorang entrepreneur sangat dituntut untuk bisa mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan dan itu diawali dari bagaimana seorang entrepeneur bisa membangun sebuah budaya perusahaan yang dapat membangun kekuatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari untuk mencapai tujuan bisnisnya. Hal ini dirasakan perlu ketika entrepreneur dihadapkan pada bagaimana tingkat persaingan yang semakin tinggi dan pastinya harus memiliki sesuatu yang dapat diandalkan.



Konteks ini sangat relevan dengan bagaimana seorang entrepreneur mampu membuat sebuah corporate culture bagi perusahaan mereka yang berisikan banyak orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bisnis yang sudah ditetapkan oleh entrepreneur itu sendiri. Budaya perusahaan adalah integrator atau alat yang dapat mempersatukan seluruh bagian dari perusahaan, termasuk karyawan serta manajemen dan owner yang notabene adalah entrepeneur itu sendiri.



Ketka bicara tentang budaya perusahaan, sudah sejatinya entrepeneur fokus bagaimana membuat budaya perusahaan serta menanamkannya dalam setiap diri entrepeneur. Pelajaran yang saya dapatkan ketika berkungjunga ke PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) benar-benar menunjukkan bagaimana sejatinya sebuah budaya perusahaan itu harus ditanamkan dalam setiap orang dalam perusahaan, mulai dari top management sampai dengan level lower management. Semuanya ikut serta dalam menjalankan setiap nilai perusahaan.



Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, pertama, mendefinisikan budaya perusahaan dan dihubungkan dengan konsep diri setiap orang dalam perusahaan. hal ini tercermin dari budaya yang dikembangkan dalam perusahaan. kedua, bagaimana entrepreneur bisa menjelaskan manfaat setiap budaya perushaan kepada pekerjaan dan perusahaan serta diri mereka sendiri. Hal ini berhubungan dengan bagaimana entrepeneur bisa membuat sebuah irisan pemahaman antara entrepreneur dengan karyawan.



Ketiga, buatkan aturan yang diperlukan untuk menjalankan budaya perusahaan karena itu akan berhubungan dengan regulasi serta pada hal-hal  yang relevan dengan keuangan atau anggaran serta fasilitas pendukung. Tanpa hal ini, tidak akan dapat berjalan dengan baik. Perusahaan besar seperti CPI juga memperlihatkan hal ini.



Keempat, bagaimana entrepreneur perlu memberikan pelatihan, coaching dan mentoring serta counseling terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan budaya perusahaan. tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini akan menentukan keberlanjutan implementasi budaya tersebut. Kelimat, berikan reward dan punishment yang objektif dan transparan. Keenam, evaluasi setiap implementasi budaya perusahaan dan yang terakhir adalah lakukan perbaikan atas budaya perusahaan yang berlaku di perusahaan seiring dengan masukan dari karyawan serta hasil evaluasi.



Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap entrepreneur saat ini untuk memenangkan persaingan bisnis. 

Penulis:Tim STRABIZ MANAGEMENT CONSULTING
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*