Biografi Wirausaha
Huh Young-In, Tukang Roti Yang Menjadi Orang Terkaya Di Korea
Super Admin, 11-07-2017 16:06:37 - Profil
Seperti dikutip dari Forbes, bisnis roti pula yang akhirnya mengantarkan Huh Young-In menempati posisi pertama sebagai salah satu orang terkaya di Korea Selatan

Menu pencuci mulut di Korea Selatan selalu menjadi sasaran para pecinta kuliner setelah menikmati berbagai hindangan utama di sejumlah restoran. Tak heran, bisnis roti lembut dengan berbagai tambahan pemanisnya menjadi usaha yang sangat menggiurkan.



Seperti dikutip dari Forbes, bisnis roti pula yang akhirnya mengantarkan Huh Young-In menempati posisi pertama sebagai salah satu orang terkaya di Korea Selatan. Tahun ini untuk pertama kalinya Huh menembus jajaran tersebut dengan total pendapatan mencapai US$ 1,1 miliar.



Huh Young-In rose to president of baker Samlip General Foods after just 12 years, then resigned and went to the U.S. to gain a deeper understanding of the baking business. Returned to Korea-he's chairman of the SPC Group today-and put the company into expansion mode. Now boasts more than 5,000 shops in Korea and just opened the 100th Paris Baguette franchise store outside Korea, in Ho Chi Minh City.



Huh sempat menjadi presiden perusahaan roti, Samlip General Foods selama 12 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri karena merasa belum menguasai bisnis tersebut. Dia lantas memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat (AS) untuk mempelajari bisnis roti lebih dalam lagi.



Setelah merasa memperoleh ilmu yang cukup dari AS, Huh akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya. Kala itulah dia mewarisi perusahaan roti dan kue milik sang ayah.



Sejak mewarisi perusahaan makanan SPC Group dari ayahnya pada 1983, Huh telah menunjukkan keseriusannya menjelajahi bidang bisnis tersebut. Dia adalah pengusaha yang pertama kali mengenalkan Dunkin' Donuts, es krim Baskin-Robbins dan Jamba Juice pada masyarakat Korea Selatan.



Tak ketinggalan, dia adalah pria di balik suksesnya rantai perusahaan makanan Paris Baugette. Dia membuka cabang usaha pertama kalinya pada 1988 dengan menjual pasta Prancis pada penduduk Korea yang baru saja mengenal kemewahan.



Kini dia telah memiliki 3.000 outlet Paris Baguette di seluruh dunia. 100 diantaranya berlokasi di China dan 32 lainnya ada terletak di AS.



Total kekayaan Huh meroket hingga US$ 1,075 miliar atau meningkat 75% dari tahun lalu. Kini dia berada di posisi 27 di antara 50 orang terkaya Korea Selatan lainnya. Kekayaannya membuat Huh masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.



Semua itu diperolehnya berkat harga-harga saham yang naik hingga 10,4% dalam setahun. Meski perekonomian Korea Selatan terhitung melambat, tapi itu tidak mengganjal keuntungan investasi Huh dari bisnisnya.



 

Penulis:Kuswandi Taufik H
Redaktur/Editor:Nana Salsabila
Sumber:Forbes.com
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*