Rubrik Kang Syaif
JURUS PEMASARAN JADUL TAPI (MASIH) JITU
Super Admin, 19-11-2015 06:11:27 - Rubrik
Salah satu kunci sukses bisnis terletak pada penjualan, dan kunci sukses mendapatkan penjualan sesuai target terletak pada pemasaran. Ketika baru memulai usaha Anda membutuhkan strategi pemasaran yang

Salah satu kunci sukses bisnis terletak pada penjualan, dan kunci sukses mendapatkan penjualan sesuai target terletak pada pemasaran. Ketika baru memulai usaha Anda membutuhkan strategi pemasaran yang jitu tapi murah. Karena menyisihkan uang di saat-saat memulai usaha sangatlah penting. Sebaik apapun kualitas produk, namun jika tidak dibarengi dengan cara memasarkannya secara efektif, maka usaha bisa hanya akan jalan di tempat.



Mengunakan cara pemasaran klasik menjadi salah satu pilihan strategis untuk memasarkan produk atau jasa. Berikut jurus klasik yang masih ampih digunakan:



1. “Jika Anda Puas Beritahu Teman, Jika Anda Kecewa Beritahu Kami”



Word of Mouth Advertising.. kita masih ngat ide gila pemasaran Sumardy dengan mengirim peti mati ke puluhan general manajer berbagai media massa dan perusahaan iklan. Trik untuk mempromosikan bukunya yang bakal terbit.



“Jika Anda puas beritahu teman, jika Anda kecewa beritahu Kami”, tulisan yang kerap terpampang di beberapa rumah makan padang ini, menjadi jurus pemasaran sederhana yang “memanfaatkan” konsumennya sebagai pembawa berita positif bagi perusahaan dan produknyanya. Ibarat pesan berantai, tentu saja menjadi promosi gratis yang sangat efektif. Bahkan jauh lebih efektif daripada iklan di media massa yang memakan biaya jutaan rupiah.



“Word-of-Mouth” masih tetap menjadi kekuatan terbesar pemasaran. Orang akan lebih percaya teman dan keluarga. “paksa” pelanggan setia Anda untuk bicara dan menjadi pasukan pemasaran Anda. Berikan reward kepada mereka dengan “free dinner” di café Anda. Mereka akan bicara dan melakukannya untuk Anda. Mereka akan membawa orang-orang baru kepada Anda.



2. Silaturrahim dan kopi darat



“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi” (Hadist).



Silaturahmi menjadi bagian dari network yang akan memperluas jaringan seseorang. Anda harus perbanyak slaturrahmi untuk menciptakan hubungan yang akrab dan mengesankan. Dalam ilmu dagang, semakin banyak jaringan, akan semakin banyak pembeli yang datang dan berminat untuk membeli. 



Walau saat ini banyak media sosial untuk mempertahankan hubungan, namu tidak sebagus jika dibandingkan dengan duduk bersama dengan pelanggan. Patinya lebih baik ketimbang sekedar update laman Facebook atau tweeter.



3. “Nongkrong” di Radio



Dari masa ke masa, peranan radio selalu penting. menjamurnya berbagai media elektronik, termasuk maraknya Internet pun, tidak menenggelamkan radio sebagai salah satu media pilihan konsumen. Iklan di radio perlu dipertimbangkan dalam sebuah brand campaign.



Radio memiliki target pendengar sendiri. Radio masih merupakan media yang sangat ampuh untuk iklan. Meskipun harus bersaing dengan media audio visual seperti televisi dan computer. Banyak yang suka hanya mendengarkan siaran daripada menonton. Mereka akan menghidupkan radio, mungkin setelah bangun tidur atau menemani saat mereka bekerja atau di kendaraan. Oleh karena itu, jika anda menargetkan konsumen melalui iklan radio, anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan banyak perhatian. Keuntungan iklan radio adalah biayanya yang sangat efektif, apalagi bagi mereka yang baru memulai usaha. Radio menjadi sarana pemasaran yang paling menjangkau masyarakat di daerah tersebut. Radio telah menjadi salah satu media pemasaran yang kebal dengan hantaman krisis.



4. Pelanggan adalah Raja



Istilah tersebut sebenarnya lebih untuk memotivasi penyedia barang untuk meningkatkan kualitas pelayanan. karena masih banyak fakta yang kita dapatkan ada seorang penjual yang tidak mampu menghargai pembelinya, tidak mampu memberikan pelayanan yang lebih baik di bandingkan dengan pelayanan yang di berikan kompetitor bisnisnya.



Untuk memenangkan persaingan era ini, tak cukup hanya paham kebutuhan pelanggan, akan tetapi juga harus mampu melaksanakan customization, personalitazion dan emphaty.



Persaingan yang ketat sering menghabiskan waktu kita untuk memikirkan kompetitor, sementara konsumen yang justru lebih penting terlupakan begitu saja.

Penulis:DR Syaifuddin
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*