Tokoh Dunia
Kisah Pengusaha Cantik Sally Giovani
Super Admin, 03-02-2017 14:20:51 - Profil
Sally memulai usaha berjualan dengan menjajakan batiknya ke pasar-pasar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang.

Sally memulai usaha berjualan dengan menjajakan batiknya ke pasar-pasar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang. Ia mejajakan jualannya ke pasar-pasar dengan tetes peluh keringat dan juga debu jalanan yang membayangi wajah cantiknya.



Kegigihan, semangat kerja keras serta doa yang terus mengalir tanpa henti membuat ia terus melangkah untuk mengejar cita-citanya. Sebab dalam membangun bisnis dengan omzet ratusan juta selalu dimulai dari langkah pertama. Sebab omzet usaha bernilai miliaran selalu dimulai dari rupiah pertama.



Sejak awal ketika Sally memutuskan untuk berjualan batik Trusmi, ia memutuskan untuk memproduksi batik dengan desain unik dan juga kualitas yang baik, meskipun dengan harga jual yang lebih mahal. Sally mempunyai prinsip lebih baik di-komplain karena harga daripada di-komplain karena mutu produk. Dalam strategi bisnis pendekatan itu biasa disebut dengan “product diferentiation“, dan bukan “cost leadership“. Memilih produk yang berkelas daripada terjebak dalam perang harga yang melelahkan.



Kerja keras dari Sally akhirnya mulai membuahkan hasil, batik yang ia jual laris manis di pasaran. Sally tidak menggunakan keuntungan dari usahanya untuk membeli barang-barang konsumtif, tapi ia menyimpannya untuk mengembangkan usahanya supaya bisa lebih besar.



Dari keuntungan hasil dari berjualan batik ia pelan-pelan membangun sebuah toko permanen di daerah Trusmi, Cirebon. Di kota kelahirannya itulah usahanya berkembang pesat, seiring dengan booming batik dan juga kota Trusmi yang menjadi destinasi wisata, jualan di tokonya berkembang dengan pesat.



Larisnya produk jualan batik Trusmi membuat ia secara bertahap melakukan perluasan toko milikinya. Berawal dari toko kecil permanen yang ia bangun di awal, batik Trusmi berkembang menjadi pusat grosir batik yang memiliki luas lebih dari satu hektar.



Tidak heran bila toko batik miliknya disebut sebagai salah satu kios grosir terbesar di Indonesia. Setiap hari ratusan bis wisatawan hampir pasti mampir ke kios miliknya. Ribuan pengunjung yang datang ke kiosnya, dari ribuan pengunjung itulah ia bisa meraih omzet 100 juta per hari. Sungguh pencapaian yang sangat membanggakan untuk perempuan muda yang baru berusia 26 tahun.



Untuk membantu menjalankan bisnisnya Sally di bantu oleh 850 pegawai tetap dan juga 500 pengrajin batik. Sungguh hal yang sangat mulia, di usia yang masih terbilang muda ia telah memberi lapangan pekerjaan kepada 1000 orang lebih.



Kisah perjuangan Sally Giovani yang hanya lulusan SMA seakan mengingatkan kita kembali bahwa kesuksesan acap kali ditentukan oleh kreativitas, tekad kuat serta keteguhan hati.

Penulis:Kuswandi Taufik
Redaktur/Editor:Nana Salsabilla
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*