Tokoh Dunia
Li Ka Shing, From Zero To Hero
Super Admin, 30-01-2017 10:40:13 - Profil
Dikarenakan kondisi Cina pada waktu itu dilanda perang hingga ia kemudian pindah ke Hongkong untuk mengadu nasib. Di Hongkong, ia kemudian tinggal di rumah pamannya yang kaya.

Li Ka Shing yang lahir pada 29 July 1928 di Chaozhou, China ini bukanlah berasal dari keluarga yang kaya. Ia lahir dari keluarga yang sangat miskin. Ia tidak pernah mengeyam pendidikan yang tinggi bahkan pada umur 12 tahun ia harus berhenti bersekolah karena keluarganya tidak mampu membiayai sekolahnya.



Ia pun kemudian mencoba membantu keluarganya dengan bekerja serabutan. Pada usia 15 tahun, ayahnya Li Yun-jing meninggal dunia karena penyakit TBC sehingga ia kemudian bekerja membanting tulang membantu hidup keluarganya sebab dialah yang merupakan tulang punggung keluarganya.



Dikarenakan kondisi Cina pada waktu itu dilanda perang hingga ia kemudian pindah ke Hongkong untuk mengadu nasib. Di Hongkong, ia kemudian tinggal di rumah pamannya yang kaya. Namun disana ia selalu dianggap remeh oleh keluarga pamannya. Hingga kemudian Li Ka Shing berusaha membuktikan diri bisa hidup dengan mandiri.



Pada usia 16 tahun, Li Ka Shing kemudian mencoba bekerja di sebuah pabrik perdagangan plastik. Disana ia bekerja selama 16 jam sehari. Gajinya sebagai karyawan plastik ia 90 persennya ia berikan kepada ibunya. Beberapa tahun bekerja di pabrik plastik membuat ia kemudian banyak memiliki pengalaman mengenai bagaimana mengolah plastik yang baik untuk diperdagangkan.



Ia kemudian nekat berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan plastik dan kemudian mendirikan perusahaan sendiri bernama Cheung Kong Industries. Perusahaan tersebut berdiri berkat hasil dari Li Ka Shing meminjam modal kepada keluarganya, naluri bisnisnya yang bagus membuat perusahaannya berkembang dengan cepat. Li Ka Shing mengerti bagaimana membuat sebuah plastik yang memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang murah dan juga terjangkau.



Melihat kondisi perusahaannya yang bagus, Li Ka Shing kemudian mencoba melebarkan sayap bisnisnya di bidang real estate. Ia kemudian mendirikan perusahaan bernama Cheung Kong pada tahun 1971. Perusahaan ini kemudian juga berkembang dengan cepat. Namanya kemudian semakin terkenal di kalangan para pengusaha disana. Delapan tahun kemudian, Li Ka Shing kemudian mengakuisisi perusahaan Hutchison Whampoa Limited dari HSBC.



Menurut majalah Forbes pada tahun 2015, harta Li Ka Shing mencapai 26,6 milyar Dollar atau sebesar 364,3 trilyun rupiah. Majalah Forbes bahkan memasukkan nama Li Ka Shing dalam daftar 10 orang terkaya di dunia pada tahun 2012 dan juga bertengger sebagai orang terkaya di benua Asia.

Penulis:Kuswandi Taufik
Redaktur/Editor:Nana Salsabilla
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*