Rubrik Kang Somad
KESEJAHTERAAN RAKYAT TANGGUNG JAWAB SEORANG PEMIMPIN (Bagian II)
Super Admin, 28-08-2015 07:50:50 - Rubrik
Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab. (Ilustrasi: Istimewa)

Krisis ekonomi, adalah salah satu cobaan berat yang bisa menggoyang laju kehidupan berumah tangga, laju pebisnis, khususnya pebisnis pemula, Bahkan kehidupan bernegara pun seringkali terombang-ambing oleh krisis ekonomi yang melanda. Akibatnya, kefakiran pun sangat mudah hadir di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin. Dan bukan hal yang mustahil jika kefakiran seorang yang lemah imannya bisa membalikkan dia menjadi orang yang kafir. Oleh karenanya Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari kekafiran sekaligus dari kefakiran.

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan an-Nasai)



Selain berusaha memperbaiki sikap dalam diri seperti dengan sabar, tawakal dan terus dibarengi dengan istighfar, seorang mukmin juga harus berusaha melakukan amalan-amalan yang bersifat praktis dalam menghadapi krisis ini.



Secara umum, sesungguhnya solusi itu adalah dengan kembali kepada syariat Allah l yang telah Allah turunkan kepada Nabi-Nya. Karena syariat ini telah sempurna sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai solusi di mana pun dan kapan pun seorang manusia mendapatkan masalah. Bahkan berbagai masalah seperti krisis ekonomi yang melanda ini pada hakikatnya adalah timbul karena umat manusia mengabaikan sebagian syariat Allah.



Rasulullah pernah mengawatirkan lima musibah yang timbul karena kemaksiatan manusia, di antaranya beliau bersabda:



“Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezhaliman penguasa atas mereka. Dan tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.” (Riwayat Ibnu Majah)



Nah, dari naungan syariat ini kita bisa memperoleh solusi untuk menghadapi krisis ini. Di antaranya:



Bersikap sederhana, terapkan sistem perekonomian Islam, tinggalkan praktik riba, tunaikan zakat, tetap semangat bekerja, pantang meminta-minta, menyikapi Pemerintah dengan benar.



Sedangkan apa yang dilakukan sebagian manusia ketika mendapati krisis ekonomi atau perkara yang tidak mereka sukai dari pemerintahan kemudian mereka berdemo, mengerahkan masa, maka ini bukanlah solusi. Bahkan telah kita alami hal semacam ini yang ternyata malah berakibat pada perusakan-perusakan yang akhirnya malah menjadikan menurunnya perekonomian.



Inilah sebagian dari solusi-solusi praktis yang mungkin bisa kita praktikkan ketika kita dilanda krisis ekonomi. Yang intinya, kita kembali kepada syariat Islam ini dalam menghadapi krisis ini sebagaimana kita kembali kepadanya dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. 



 



Kembali ke Bagian I

Penulis:Kang Somad
Redaktur/Editor:SDS
Tinggalkan Balasan
Alamat email anda tidak akan disebarkan. Ruas yang wajib ditandai *
*
*
*